8 Rumah Adat Tahan Gempa di Indonesia

0
4227

8 Rumah Adat Tahan Gempa – Indonesia adalah wilayah yang dilewati oleh lempeng-lempeng yang dapat memicu gempa tanpa diduga. Gunung api yang aktif juga terbilang cukup banyak.

Dan ternyata di balik ancaman gempa ini, Indonesia memiliki teknologi warisan nenek moyang yang sangat bernilai yaitu rumah adat yang memiliki kontruksi tahan terhadap gempa.

  1. Omo Hada.
8 rumah adat tahan gempa di indonesia
8 rumah adat tahan gempa di indonesia

Rumah adat dari Nias, Sumatera Utara ini, berberapa waktu lalu membuktikan kehebatan konstruksinya. Tahun 2010 silam, Nias mendapatkan gempa besar. Ternyata, banyak rumah Omo Hada yang masih berdiri dan posisinya hanya sedikit bergeser. Konstruksi rumah ini didominasi kayu. Untuk menyatukan antarbagian, dipakailah pasak dan bukan paku. Rumah Omo Hada tidak ada jendelanya. Atapnya oval dan pengganti jendela hanya dibuat model teralis. Baik orang yang di dalam atau luar rumah, bisa saling melihat. Rumah ini banyak ditemukan di desa Tumori, Gunungsitoli.

2. Gadang

8 rumah adat tahan gempa di indonesia
8 rumah adat tahan gempa di indonesia

Rumah adat dari Minangkabau, Sumatera Barat ini, memperlihatkan ketahanannya saat terjadi gempa di Padang pada 30 September 2009. Banyak rumah yang tidak runtuh kala itu. Bentuk rumah Gadang cukup dikenal dengan kekhasan atapnya yang melengkung ke dalam. Atapnya dibuat dari ijuk.

3. Laheik

8 rumah adat tahan gempa di indonesia
8 rumah adat tahan gempa di indonesia

Rumah adat ini berasal dari Kerinci, Riau. Hampir sama dengan Omo Hada, Laheik tersusun dari kayu yang saling disatukan dengan pasak. Antarbagian juga disatukan dengan ikatan tambang yang terbuat dari ijuk. Laheik banyak ditemukan di Kecamatan Danau Kerinci. Biasanya, Laheik ditinggali beberapa keluarga dan dibuat menjadi susunan beberapa rumah yang disatukan.

4. Woloan

8 rumah adat tahan gempa di indonesia
8 rumah adat tahan gempa di indonesia

Rumah adat ini berkonsep rumah panggung. Asalnya dari Tomohon, Sulawesi Utara. Bahan yang dipakai biasanya kayu besi dan kayu cempaka. Rumah ini turut dikenal di mancanegara. Argentina dan Venezuela adalah beberapa negara yang kerap mengimpor rumah ini. Rumah Woloan sudah dikenal sejak dulu tahan terhadap gempa. Namanya pun cukup berkibar sebagai rumah tahan gempa.

  1. Rumoh Aceh.
8 rumah adat tahan gempa di indonesia
8 rumah adat tahan gempa di indonesia

Rumah tradisional Aceh berbentuk panggung dan berbahan kayu yang didesain berdasarkan kondisi alam daerah Aceh. Rumoh Aceh dibangun sejak zaman nenek moyang dengan mempertimbangkan faktor-faktor pengurangan risiko terhadap bencana gempa bumi, banjir dan tsunami mengingat Aceh termasuk daerah yang rentan terhadap bencana alam.

6. Rumah Tua Bali Utara

8 rumah adat tahan gempa di indonesia
8 rumah adat tahan gempa di indonesia

Rumah-rumah yang berada di kawasan Bali Utara ini dianggap tahan akan gempa, karena memiliki konstruksi yang memanfaatkan saka atau tiang kayu dan lambang serta sineb sebagai balok. Hal ini bertujuan untuk melindungi penghuninya dari reruntuhan bangunan akibat gempa. Arsitektur lokal sejak peradaban Bali Kuno sudah melakukan ujicoba yang panjang untuk membangun rumah tahan gempa yang dapat diwariskan ke generasi selanjutnya. Bangunan adat di Bali Utara ini menkadi salah satu temuan penting dalam kesejarahan gempa di Indonesia..

7. Rumah Joglo

8 rumah adat tahan gempa di indonesia
8 rumah adat tahan gempa di indonesia

Rumah Joglo merupakan bentuk hunian tradisonal yang tersebar di Jawa, dari Cirebon hingga Banyuwangi. Daerah-daerah ini merupakan daerah aktif gempa.

Struktur rumah Joglo yang berbahan kayu menghasilkan kemampuan meredam getaran/guncangan yang efektif, lebih fleksibel, dan juga stabil. Struktur dari kayu inilah yang berfungsi meredam efek getaran/guncangan dari gempa.

  1. Rumah Nuwou Sesat
8 rumah adat tahan gempa di indonesia
8 rumah adat tahan gempa di indonesia

Nuwou Sesat secara struktur hampir sama dengan rumah adat suku asli Sumatera lainnya. Rumah adat Lampung ini berbentuk panggung dengan bahan utama berupa kayu atau papan
Struktur rumah panggung pada rumah Nuwou Sesat pada masa silam ditujukan sebagai upaya untuk menghindari serangan binatang buas bagi penghuninya. Seperti diketahui bahwa dahulu hutan-hutan di Lampung memang mengandung kekayaan hayati yang tinggi, sehingga memungkinkan berbagai jenis binatang buas tinggal berdampingan dengan manusia. Selain itu, struktur panggung juga sengaja digunakan sebagai desain rumah tahan gempa. Sebagaimana diketahui, beberapa daerah di Lampung juga dikenal berada di lempeng perbatasan antar benua sehingga sering mengalami bencana gempa.

baca juga : Gedung sekolah disulap menjadi kampus yang menakjubkan

Kenyataan bahwa hampir semua rumah tradisional di Indonesia tahan terhadap gempa. Bangunan rumah tradisional lebih fleksibel dan stabil terhadap gempa. Hal ini dikarenakan struktur kayu yang ada pada rumah tradisional tidak sekaku dengan struktur beton. Jika mengalami getaran atau gempa, ikatan antara balok dan kolom pada rumah tradisional mampu bergerak elastis.

LEAVE A REPLY