DP 0 Persen Bisa Menjadi Awal Realisasi Hunian Murah

0
586
DP 0 Persen Bisa Menjadi Awal Realisasi Hunian Murah

DP 0 Persen Bisa Menjadi Awal Realisasi Hunian Murah – Uang muka atau DP  0 persen disebut sebagai reformasi sektor perumahan dan jalan pembuka untuk merealisasikan hunian terjangkau bagi masyarakat.

Selain tidak mensyaratkan uang muka, hunian terjangkau juga bisa diperoleh dengan cara menghilangkan pemikiran ala pengembang.

“Terjangkau ini maksudnya bukan hitungan ala developer, tetapi harganya dihitung berdasarkan pendapatan per keluarga. Kemudian dihitung untuk transportasi, konsumsi, tabungan, hingga hunian,” jelas Direktur RUJAK Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja, Senin (13/2/2017).

Hitungannya juga bukan menambahkan harga tanah dengan biaya konstruksi kemudian dikurangi subsidi atau jumlah bulan.

Elisa menyatakan, pembiayaan hunian terjangkau merupakan cara pikir negara dalam hal tugasnya memenuhi amanat konstitusi di dalam Pasal 28H Undang Undang Dasar 1945.

Sesuai dengan hal tersebut, negara memiliki tugas untuk memastikan setiap warganya berhak atas rumah tinggal yang layak.

Kendati demikian, penghitungan dengan pendapatan rumah tangga tersebut memungkinkan adanya perbedaan dengan harga pasar.

Oleh sebab itu, untuk menanggulanginya, Elisa menilai pemerintah mesti kembali bertindak sebagai regulator.

Pemerintah harus mengatur tata ruang dan zonasi juga menaikkan atau menurunkan NilaibJual Obyek Pajak (NJOP), pengenaan pajak tertentu hingga subsidi.

Salah hal yang hendak diimplementasikan oleh Kementerian ATR/BPN adalah zonasi berbasis NJOP.

Misalnya kawasan dengan NJOP tinggi bisa diatur untuk memastikan pemenuhan kegiatan tertentu seperti rumah susun umum hingga ruang terbuka hijau.

Instrumen penanganan disparitas tersebut menurut Elisa harus dipersiapkan secara baik dan diolah terus menerus karena pada dasarnya satu penghasilan keluarga atau perorangan berlaku untuk semua tipe lokasi, tanah, dan zonasi.

Nantinya masyarakat bisa membayarkan cicilan rumahnya melalui negara atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Untuk itu, RUJAK Center akan melakukan studi dan workshop terkait hunian terjangkau pada Maret 2017 mendatang.

Tujuannya agar bisa mengetahui skema seperti apa yang cocok untuk mewujudkan hunian murah tersebut.

“Nantinya, bentuk rumah bisa macam-macam. Bisa hasil satu lahan kavling besar dipecah jadi 3-4 rumah hingga flat maksimal empat lantai. Ini agar tidak perlu lift dan membuat perawatan murah,” pungkas Elisa.

Baca Juga :

Sumber : kompas.com

SHARE

LEAVE A REPLY