2017, Apartemen Primadona Investasi Properti

0
585
2017, Apartemen Primadona Investasi Properti

2017, Apartemen Primadona Investasi Properti

Jakarta – Maraknya infrastruktur di Jakarta dan sekitarnya berdampak positif bagi sektor properti tahun 2017. Gairah properti juga ditopang oleh kebijakan pemerintah yang pro bisnis dan ekspektasi tinggi dari program amnesti pajak. Respons pasar untuk apartemen diperkirakan membaik.

“Pasar properti khususnya, apartemen akan memasuki era siklus baru pada 2017, tumbuh secara gradual dan kembali menjadi ladang investasi yang prospektif,” papar Anton Sitorus, director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia di depan sejumlah konsumen dan investor properti dalam acara bertajuk Economy Outlook 2017, di Jakarta, baru-baru ini.

Faktor ekonomi makro seperti target pertumbuhan ekonomi di atas 5% juga dinilai ikut menggairahkan sektor properti. Lalu, kebijakan pemerintah yang pro bisnis terlihat dari penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) bagi kepemilikan properti asing yang berlaku universal.

Baca juga : Tidak seperti Mobil, Transaksi Properti secara “Online” Belum Populer

Saat ini, jumlah apartemen yang terbangun sekitar 120.000 unit. Berdasarkan pasokan (supply by area), kawasan CBD (Sudirman-Thamrin-Kuningan-Gatot Subroto) dan Jakarta Utara memasok sekitar 27 ribu unit apartemen, Jakarta Barat 23 ribu dan Jakarta Selatan 20 ribu. Jakarta Pusat memasok sekitar 16 ribu dan Jakarta Timur hanya sekitar 5 ribu unit. “Karenanya, hanya Jakarta Timur yang masih memiliki ruang untuk dikembangkan” kata Anton.

Selama hampir satu dekade terakhir, pasar properti Indonesia mengalami pasang surut. “Data statistik pasokan semester I -2016, memperlihatkan tren peningkatan pertumbuhan. Investor dan konsumen (end user) properti mulai melihat peluang yang menggiurkan di bisnis properti,” ucapnya.

Anton mengingatkan, untuk tidak menunda membeli apartemen sebelum harga melejit pada tahun depan. “Kalau kita telat (beli properti), harganya semakin tinggi dan capital gain yang diperoleh pun lebih kecil.

Saat membeli untuk dihuni atau investasi, harganya harus terjangkau dan berada di kawasan pengembangan baru (emerging district) seperti kawasan Cawang – MT Haryono, Jakarta Timur. Salah satu pemicunya adalah dibangunnya berbagai infrastruktur transportasi publik yang terintegrasi di kawasan tersebut. Kondisi ini, mendorong pengembangan tren transit oriented development (TOD) – konsep pengembangan properti yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik.

“Properti-properti disekitar atau dekat dengan mass rapid transit (MRT) atau light rail transit (LRT) punya potensi mengalami pertumbuhan harga yang luar biasa ke depannya. Kenaikan harga tanah dan properti, rata-rata bisa 15%-20% per tahun dalam jangka panjang,” kata Anton.

 

LRT Dongkrak Properti

 

Sementara itu, Presiden Direktur Pikko Land, Nio Yantony mengatakan, kawasan sekitar Cawang-MT Haryono yang berlokasi tidak jauh dari area segitiga bisnis (CBD) Jakarta merupakan pintu masuk pergerakan masyarakat yang tinggal di Cibubur, Depok, dan Bekasi. Pembangunan infrastruktur penghubung tol Becakayu dan LRT yang direncanakan selesai pada 2018, akan mengerek harga lahan dan properti di kawasan pengembangan kawasan hunian terintegrasi, Signature Park Grande (SPG).

“Kawasan hunian SPG terintegrasi dengan TOD yang dikelilingi infrastruktur yang mendukung kegiatan pemiliknya seperti pusat perkantoran, pusat perbelanjaaan maupun stasiun transit (stasiun kereta, LRT, pintu tol dan pemberhentian angkutan lainnya), “ucap Yantony dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (24/11).

Akses CBD Jalan MT Haryono ramai 24 jam. Ruas jalan bebas 3 in 1 dan TransJakarta Koridor 9 menjadi akses utama menuju Polda Metro Jaya, Gatot Subroto dan Plaza Semanggi. Sedangkan Jalan Tol Dalam Kota Kota MT Haryono merupakan persimpangan Cawang menuju Bandara Halim Perdana Kusuma, persimpangan Utara menuju Tebet. Strategis, untuk menghubungkan Jakarta Timur dan melalui persimpangan Patung Pancoran, Jakarta Selatan maupun contra flow Jakarta dengan Bodetabek.

Pikko Land melalui anak usahanya bekerjasama dengan PJM Group dalam KSO Fortuna Indonesia mengembangkan kawasan hunian terpadu pertama di lokasi sangat strategis yaitu CBD jalan MT Haryono. Di lahan seluas 4,4 hektare (ha), Pikko Land membawa konsep One Stop Living untuk membangun 2 (dua) menara hunian The Light dan Green Signature serta Pusat bisnis dan komersial (business & commercial center seperti restoran Alfresco serta lifestyle center bagi keterpaduan kawasannya.

Pembangunan kawasan terpadu residensial dengan kawasan komersial bersertifikat strata title ini, menggandeng kontraktor Pulau Intan. Serah terima unit Menara The Light dengan ketinggian 19 lantai dan memiliki luas bangunan sekitar 88,030 meter persegi direncanakan mulai Januari 2017. “Sedangkan, Menara The Green Signature setinggi 20 lantai dengan luas bangunan sekitar 52,171 meter persegi, diserahkan mulai Juli 2017,” tambah Yantony.

sumber : beritasatu.com

SHARE

LEAVE A REPLY