Tinggi Ceiling , Bikin Rumah Adem?

0
95
Tinggi Ceiling , Bikin Rumah Adem?

Tinggi Ceiling , Bikin Rumah Adem? – Dengan cuaca panas di indonesia saat ini,memiliki rumah yang sejuk dan nyaman,tentu merupakan dambaan semua pemilik rumah. orang – orang percaya rumah dengan ceiling tinggi,bisa membuat rumah adem dan nyaman.

Benarkah demikian? berikut penjelasannya.

Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak menjamin rumah menjadi lebih sejuk. Ia menilai rumah tinggi justru membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan menggunakan AC.

Apalagi membangun rumah dengan plafon tinggi tidak bisa sembarangan karena harus sesuai dengan keseluruhan atau proporsi rumah. Jangan sampai rumah terasa kecil padahal plafon sudah menjulang tinggi.

“Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material,” ujar Denny.

Untuk itu, Denny membagikan cara membangun rumah yang terasa adem tanpa perlu boros material dan energi. Di antaranya dengan memastikan rumah mempunyai banyak ventilasi, tritisan, dan jendela.

Tinggi Ceiling , Bikin Rumah Adem?

Cara Alternatif Bikin Desain Rumah Adem
1. Perbanyak Ventilasi Udara

Denny menyebut setiap ruangan seharusnya mempunyai ventilasi udara agar ada aliran udara yang sejuk. Ia bahkan menyarankan ada dua ventilasi di setiap ruangan untuk menciptakan ventilasi silang.

“Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi,” ucapnya.

Ventilasi yang baik memungkinkan udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah. Dengan begitu, suhu udara bisa dikendalikan dengan angin dari ventilasi, apalagi kalau ditambah penggunaan kipas angin.

2. Batasi Pancaran Sinar Matahari

Selanjutnya, batasi pancaran sinar matahari yang masuk ke dalam rumah menggunakan tritisan. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat agar rumah tetap adem.

“Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi,” kata Denny.

3. Gunakan Bahan Penghalau Panas

Inspirasi Ventilasi Foto: Mustika Land
Lalu, Denny mengungkap cara mencegah masuknya hawa panas menggunakan styrofoam yang didaur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam bisa menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.

“Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius,” jelasnya.

Selain itu, ia menyebut material berlubang seperti roster atau kerawangan bata juga bisa digunakan untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan itu, memungkinkan penghuni rumah membuka pintu dan jendela untuk mendapat aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.

Baca Jugahttps://blog.rumahdewi.com/7-aturan-meja-makan-untuk-energi-positif/

SHARE