Transaksi Anjlok, Harga Properti Dubai Merosot

0
586

Transaksi Anjlok, Harga Properti Dubai Merosot

Transaksi perumahan di pasar properti Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) mengalami penurunan dalam kurun Juli-September 2016.

Menurut riset Chestertons, penurunan jumlah transaksi tercatat sebesar 29 persen dengan volume nilai transaksi yang juga merosot 24 persen.

Nilai transaksi penjualan perumahan kuartal terakhir tercatat 3,45 miliar dirham UEA atau Rp 12,5 triliun.

Dubai Marina menjadi daerah yang paling populer dari seluruh emirat dengan penjualan senilai 654 juta dirham UEA atau Rp 2,3 triliun.

Baca juga : Bangun rumah kokoh harga ekonomis, PT KAN optimis bakal laris manis

“Dubai Marina akan selalu menjadi lokasi paling menarik bagi investor dengan tingkat hasil tinggi secara konsisten,” ujar Direktur Valuasi dan Penasehat UEA, Robin Teh.

Ia mengatakan, nilai transaksi tertinggi tetap di daerah utama seperti Arab Living, Palm Jumeirah dan pusat kota Dubai.

Namun, karena investor menunggu waktu pemulihan dari pasar Dubai, total volume dan nilai transaksi menjadi turun pada kuartal terakhir.

Ditambah musim panas dan liburan, mengakibatkan harga vila dan apartemen juga turun sekitar 1 persen selama kuartal terakhir.

Apartemen ini antara lain Business Bay dengan 1.350 dirham UEA (Rp 4,9 juta) per kaki persegi, Discovery Gardens 850 dirham (Rp 3 juta) per kaki persegi, International City 695 dirham (Rp 2,5 juta) per kaki persegi dan The views 1.470 dirham (Rp 5,3 juta) per kaki persegi yang penurunannya terbesar.

Sementara harga di Dubai Motor City, JLT dan Remraam tetap tidak berubah. Adapun properti premium seperti Palm dengan harga lebih 2.200 dirham (Rp 7,98 juta) per kaki persegi adalah satu-satunya vila yang harga jualnya terus bertahan.

“Kami berharap harga tetap stabil menjelang akhir 2016,” kata Teh.

Terkait properti sewa, tarifnya juga turun sedikit sebesar 1 persen. Harga sewa apartemen satu kamar tidur di Remraam menjadi 57.000 dirham (Rp 206,91 juta) per tahun.

Demikian halnya dengan apartemen dua kamar tidur yang juga mengalami penurunan hingga 2 persen seperti di pusat kota Dubai, JLT dan The Greens.

Sementara harga sewa ntuk apartemen tiga kamar di DIFC, pusat kota Dubai dan Dubai Marina tetap sama.

“Permintaan masih relatif stabil, dengan penyewa bernegosiasi lebih banyak di pasar saat ini. Kehilangan pekerjaan dan kapasitas belanja lebih rendah betul-betul membuat pasar properti Dubai tertekan,” tandas Teh.

sumber : kompas.com

SHARE

LEAVE A REPLY