Perangkat Mata-mata Rumah Yang Wajib Dimiliki

0
783
Perangkat Mata-mata Rumah Yang Wajib Dimiliki
Perangkat Mata-mata Rumah Yang Wajib Dimiliki

Perangkat Mata-mata Rumah – Siapa sangka, perangkat teknologi di dalam rumah ternyata bisa menjelma menjadi mata-mata bagi penghuninya. Perangkat mampu melacak dan membaca setiap gerakan yang dilakukan para penghuni rumah.

Namun, seperti apa cara perangkat tersebut menjelma menjadi perangkat mata-mata rumah? Berdasarkan laporan dari situs Thedenverchannel, beberapa perangkat pintar di rumah bisa mengetahui keinginan dan melacak kebutuhan dari pemiliknya. Misalnya, para ibu rumah tangga di Denver, Colorado, Amerika Serikat, begitu menyukai perangkat Amazon Echo. Mereka bisa menggunakan banyak fitur di dalamnya, seperti bertanya pada asisten personal Alexa untuk memberikan banyak informasi. Alexa bahkan bisa memberikan informasi cuaca di pagi hari hingga memutarkan musik favorit pemiliknya tanpa diperintah.

Jika sebelumnya mereka gencar meluncurkan e-book reader, kini produk teranyarnya adalah Amazon Echo, speaker Bluetooth yang bisa diajak ngobrol.

Perangkat mata-mata Amazon Echo
Perangkat mata-mata Amazon Echo

Rahasia di balik kecanggihan Amazon Echo terletak pada dibenamkannya fitur perintah suara dan asisten digital. Jadi tidak perlu terhubung ke smartphone, asisten digitalnya bisa langsung digunakan. Seperti Siri, Google Now atau Cortana dari Microsoft, asisten digital Amazon Echo juga memiliki nama yang tidak kalah cantik yaitu Alexa. Hanya dengan menyebutkan namanya, pengguna bisa langsung meminta Alexa untuk melakukan pencarian atau menjalankan aplikasi. Seperti misalnya bertanya kondisi cuaca hari ini, memerintahkan untuk memutar musik dengan menyebutkan judul lagu yang diinginkan, meminta Alexa untuk mengatur alarm di pagi hari hingga melakukan pencarian di Wikipedia dengan kata kunci yang ingin dicari.

Menariknya, Amazon mengklaim Amazon Echo juga bisa menangkap perintah suara dari pengguna dengan sangat presisi. Bahkan saat pengguna mendengarkan musik sensornya masih bisa mengenali perintah suara dari pengguna.

amazon echo
amazon echo

Ini semua berkat hadirnya teknologi beam-forming dan 7 buah mikrofon yang tersemat di balik desain silindernya. Dengan begitu, Amazon Echo bisa menangkap perintah suara pengguna dari segala arah. Selain itu, Amazon Echo juga mampu menyajikan suara 360-derajat melalui tweeter miliknya yang berdimensi 2-inci dan woofer 2.5-inci untuk mendongkrak performa suaranya di frekuensi rendah tanpa distorsi. Namun tidak seperti speaker Bluetooh kebanyakan, Amazon Echo tidak dilengkapi dengan baterai isi ulang. Ini menjadikannya tergantung pada colokan listrik dan tidak bisa dibawa berpergian.

Dengan memanfaatkan koneksi Bluetooth, Amazon Echo bisa terhubung ke perangkat Android atau iOS dan telah tersedia juga aplikasi pendukungnya untuk mengatur berbagai setting. Menggunakan koneksi Wi-Fi, Amazon Echo juga dapat memutar lagu langsung dari Internet menggunakan layanan musik digital seperti Amazon Music, Prime Music, iHeartRadio, TuneIn, Spotify, atau Pandora.

Perangkat Mata-mata Smart TV
Perangkat Mata-mata Smart TV

Tidak hanya Amazon Echo, perangkat mata-mata rumah lain seperti Smart TV juga mengkhawatirkan pemiliknya. Misalnya, seseorang menempatkan televisi pintar miliknya di dalam kamar. Melalui televisi tersebut seseorang bisa mengatur siaran favorit, hingga mengakses ponsel pintar melalui layar televisi. Namun ketakutan datang ketika seseorang merasa televisi tersebut mengetahui terlalu banyak informasi mengenai program atau channel apa saja yang dikonsumsi sang pemilik. Begitu pula untuk para pemilik Amazon Echo yang khawatir pengeras suara tersebut bisa mendengar semua suara di dalam rumah. Bisa saja perangkat melakukan koneksi dengan perangkat serupa di tempat lain. Atau bahkan membagi data suara tersebut dengan perusahaan serta pemerintah, bahkan pada seseorang asing yang tidak dikenal dan berada jauh di tempat lain. Sebab, terbesit kabar mengenai kasus pembunuhan di sebuah rumah. Kemudian para polisi menginvestigasi Amazon Echo melalui pesan suara.

Smart TV merupakan sebuah kemajuan teknologi saat ini dimana pesawat TV tidak hanya dapat menerima siaran TV tetapi juga mempunyai kemampuan untuk mengakses internet.

Istilah “Smart TV” pertama kali dipopulerkan oleh Samsung yang kemudian diadopsi pula oleh LG dan Philips untuk produk TV yang berkemampuan akses jaringan internet. Namun sejauh ini belum ada kesepakatan di kalangan produsen untuk menggunakan istilah Smart TV ini. Bahkan ada produsen yang memasarkan produk sejenis dengan istilah “Internet TV”. Namun nampaknya istilah Smart TV lebih populer untuk merujuk pada TV yang berkemampuan akses jaringan internet.

Pada Smart TV terdapat Sistem Operasi yang sudah ter-install di dalamnya untuk menjalankan widget dan aplikasi internet, sehingga sebuah Smart TV dapat berinternet seperti komputer atau smartphone. Widget dan aplikasi apa saja yang terdapat pada sebuah Smart TV tergantung dari model dan merk Smart TV anda.

The Guardian pernah mempublikasikan mengenai kemampuan rahasia dari perangkat mata-mata rumah. Dalam laporan tersebut menyebutkan, semua perangkat yang terkoneksi dengan internet di dalam rumah memiliki kemampuan untuk membagi data rahasia hingga ke seluruh dunia. The Guardian menyebutkan bahwa ada sembilan perangkat pintar yang berpotensi demikian, yakni Amazon Echo dengan asisten digital Alexa, Google Home versi Echo, video gim terkoneksi seperti Xbox Kinect, Televisi Pintar, Facebook Live, laptop dengan Skype Camera yang bisa memperlihatkan wajah pemilik atau orang yang sedang berada di dekatnya, kamera pengawas di rumah, Baby Monitors, dan peralatan elektronik rumah tangga. Perangkat-perangkat tersebut berpotensi menjadi mata-mata di dalam rumah. Atau meskipun tidak bisa mengerjakan pekerjaan tersebut, perangkat memiliki kemampuan untuk berbagi informasi antar perangkat lainnya.

Laporan dari The Guardian tersebut mendapat tanggapan dari The President of A Cincinnati-Based Information Technlogy Company HealthGuard IT Security Apolonio Garcia yang menjelaskan bahwa semua benda dan perangkat memang memiliki kemampuan mentransmisi dan transfer data. Koneksi internet di satu sisi memang membuat perangkat bisa bekerja dengan lebih mudah namun risiko lainnya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan transfer data ke perangkat lainnya. “Namun untuk kasus ini memerlukan uang,” jelas Garcia. Sebagai contoh, televisi pintar memiliki kemampuan untuk terhubung dengan Netflix melalui aplikasi. Permasalahannya, koneksi internet tidak hanya satu arah saja dari pihak Netflix. Pihak Netflix bisa tetap memantau daftar acara yang paling disukai pengguna. Anehnya, pengguna bahkan tidak masalah dengan hal tersebut.

baca juga :
Teknologi Baru Di Dunia Real Estate
Facebook Luncurkan Fitur Live Location Bagi Pengguna Facebook Messenger
9 Fakta Gila Tentang Rumah Orang Terkaya Di Dunia
Inilah Teknologi Yang Akan NgeTrend Tahun 2017

Untuk kasus transfer data menggunakan uang bisa berkaca pada yang dilakukan Vizio ketika menyetujui membayar 2 juta dollar AS untuk Smart TV. Hal tersebut dilakukan agar pihak perusahaan bisa mendapatkan informasi mengenai acara dan program televisi yang paling diminati oleh pengguna. Masalahnya bukan pada hal tersebut, melainkan perilaku konsumen yang  belum peduli terhadap keamanan data.

samsung-smart-tv
samsung-smart-tv

Para pengguna kerap menggunakan ‘Default Setting’ dan kata sandi yang tidak berganti untuk koneksi internet di dalam rumah. “Ini menjadi kesalahan terbesar,” jelas Garcia. Ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan pengguna, salah satunya memastikan mengganti User ID dan kata sandi jaringan internet di rumah secara berkala. Kemudian perkuat sistem keamanan jaringan yang ada.

Hal lain yang bisa dilakukan perangkat mata-mata rumah ini yaitu melakukan splitting atau membelah jaringan wi-fi di rumah. Pisahkan antara jaringan internet untk perangkat laptop, iPad atau perangkat lainnya. Khususnya bila memiliki anak di rumah atau sering dikunjungi tamu. Sementara koneksi lainnya bisa digunakan untuk perangkat lain, seperti kamera pengawas dan baby monitors. Apabila memiliki televisi pintar di rumah harap segera mengubah pengaturan.

Secara umum seharusnya terdapat pengaturan untuk memutuskan koneksi televisi dengan cloud, atau jenis penyimpanan perangkat lunak lainnya yang bisa diakses online. Beberapa media masa sudah mempublikasikan agar para perusahaan bisa memberikan pilihan tersebut. Saat ini beberapa merek televisi pintar sudah mendukung pengturan untuk tidak membagi data atau memutus konektivitas antara televisi dan cloud.

Dari beberapa teknologi perangkat mata-mata rumah yang sedang tren ini, manakah yang menjadi pilihanmu? silakan berikan jawabanmu pada komentar dibawah.

LEAVE A REPLY