Keluarga Yang Tidak Harmonis Dapat Mempengaruhi Psikologis Anak

0
385
Keluarga yang tidak harmonis dapat mempengaruhi psikologis anak
Keluarga yang tidak harmonis dapat mempengaruhi psikologis anak

Keluarga Yang Tidak Harmonis Dapat Mempengaruhi Psikologis Anak – Mempunyai keluarga yang harmonis tentunya menjadi impiian semua orang, keluarga yang menyenangkan, menenangkan dan tentu keluarga yang bahagia akan berpengaruh baik pada psikologis anak. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang baik dan dipenuhi oleh kasih sayang akan tumbuh menjadi anak yang bahagia.

Tetapi tidak semua orang dapat membangun keluarga yang bahagia maupun ideal, dalam rumah tangga kerap terjadi pertengkaran karena masalah masalah tertentu. Jika anda memiliki masalah serupa, sebaiknya menahan diri dan cari cara agar keluarga tetap bertahan dan semakin harmonis, karena jika keluarga tidak harmonis, akan berdampak negatif pada psikologis anak.

Baca Juga :


Keluarga yang tidak harmonis dapat mempengaruhi psikologis anak :

●  Anak Menjadi Pendiam Dan Anti Sosial (Introvert)
Anak yang tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis cenderung tumbuh menjadi orang yang pendiam (introvert), apalagi jika anak sering melihat temannya memiliki keluarga yang harmonis yang saling menyayangi. Tetapi ada kemungkinan juga anak hidup dalam keluarga yang tidak harmonis menjadi seseorang yang aktif, untuk mendapatkan perhatian orang lain karena kurang perhatian dirumah.

●  Anak Menjadi Depresi
Anak anak yang tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis juga akan menjadi orang yang mudah depresi karena tidak mendapatkan cukup kasih sayang dari orang tua. Apalagi anak anak sering menyaksikan langsung pertengkaran kedua orang tua, mental anak bisa menjadi lemah dan trauma.

●  Tumbuh Menjadi Seseorang Yang Suka Melakukan Kekerasan
Tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis dapat berpengaruh kritis pada mental dan psikologis anak. Dan tentu memungkinkan saja jika anak tumbuh menjadi pribadi yang kasar atau seseorang yang suka melakukan kekerasan. Apalagi anak sering menyaksikan langsung pertengkaran kedua orang tuanya.

●  Menjadi Pribadi Yang Tidak Percaya Diri
Untuk membangun sebuah kepercayaan diri, anak membutuhkan dukungan dari orang terdekat atau orang yang disayanginya, biasanya orang terdekat untuk anak adalah orang tua. Jika keluarga tidak harmonis, maka anak akan kekurangan kasih sayang dan dukungan dari orang tua dari segi apapun. Ini yang menyebabkan anak tumbuh menjadi seseorang yang tidak percaya diri.

●  Beresiko Mengidap Penyakit Mental Saat Dewasa
Anak yang menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya dapat menyebabkan masalah mental ketika anak dewasa nanti. Anak anak cenderung meniru apa yang dilakukan atau perilaku kedua orang tuanya. Anak anak yang menyaksikan langsung pertarungan kedua orang tuanya rawan melakukan hal yang serupa ketika ia dewasa. Dan bahkan dalam beberapa kasus, Anak yang tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis cenderung lebih beresiko untuk melakukan tindakan bunuh diri.

 

Maka pada dari itu untuk mencegah hal hal diatas terjadi, Penting bagi orang tua untuk tetap menjaga keharmonisan keluarga. Dan apabila anda sebagai orang tua memang memiliki masalah dengan satu sama lain, sebaiknya selesaikan secara baik baik, dan jika ada pertengkaran, maka sebaiknya jangan membiarkan anak mendengar atau menyaksikan. Sebaiknya selesaikan masalah secara cepat agar perkembangan psikologis anak baik dan tidak terganggu.

Keluarga yang tidak harmonis dapat mempengaruhi psikologis anak

SHARE

LEAVE A REPLY